Ingin sukses promil? Hindari 7 faktor penghambat yang membuat pasangan sulit hamil!

Agar sukses promil! WAJIB BACA!!!

Untuk sukses promil atau program hamil tak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak pasangan di luar sana yang sedang menjalani program hamil namun belum mendapatkan hasil yang nyata. Contoh saja, Siti Nurhaliza yang harus menunggu lebih dari 10 tahun sebelum akhirnya bisa hamil. 10 tahun ya, lama sekali bukan?

Banyak faktor yang dapat mendasari kegagalan dari progam hamil itu sendiri, seperti beberapa diantaranya telah kami rangkum dalam 7 kesalahan atau faktor penghambat program kehamilan yang membuat pasangan susah hamil menurut para ahli.

Kesalahan seperti apa? Mari kita lihat 7 hal berikut ini:

1. Tidak bercinta secara teratur

Seberapa sering Anda harus bersama pasangan untuk meningkatkan kesempatan sukses promil? Jangan kaget!

Menurut penelitian, Parents harus melakukan hubungan seksual setidaknya 78 kali sebelum Anda hamil! Ini artinya Parents harus bercinta selama 6 bulan 3 hari penuh.

Banyak anggapan yang mengatakan hanya boleh bercinta ketika istri sedang masa subur. Tapi sebenarnya anggapan tersebut SALAH BESAR!!!

Justru semakin sering Anda berhubungan seksual dengan pasangan, semakin tinggi peluang istri untuk hamil. Menurut Dr. Samuel Wood, seorang spesialis di Reproductive Sciences Center, wanita selalu ‘SALAH’ dalam memperkirakan masa subur mereka sehingga mereka sering melewatkan kesempatan untuk hamil. Jika Anda tidak sering berhubungan dan hanya berhubungan pada masa yang dikira subur, Anda dan pasangan akan melewatkan masa-masa subur yang sebenarnya.

2. Posisi sama setiap hari

Meski banyak anggapan bahwa posisi misionaris atau istri di bawah adalah posisi terbaik untuk cepat hamil, namun tidak ada penelitian yang cukup untuk mendukung pernyataan ini.

Tapi sebenarnya, tidak ada posisi khusus yang membantu istri hamil. Bisa saja, posisi misionaris berhasil untuk si A, sedangkan posisi wanita di atas berhasil untuk si B. Semua berbeda untuk tiap orang karena rahim istri, bentuk kelamin suami tiap orang juga BERBEDA.

Dokter Serena Chen, direktur reproduktif dan infertilitas di Institute for Reproductive Medicine and Science mengatakan bahwa Parents harus mencoba posisi yang berbeda. Jangan terus di posisi yang sama setiap kali bercinta.

3. Hanya menyalahkan wanita

Nah, ini nih yang kerap terjadi! Saat pasangan belum dikaruniai keturunan, banyak orang yang langsung menyalahkan wanita karena tidak subur. Padahal, tidak selamanya demikian!

Profesor kebidanan dan ginekologi di University of Massachusetts Medical School, Dr. Machelle Seibel, mengatakan bahwa “hanya karena air mani laki-laki sudah keluar, bukan berarti bahwa air mani tersebut mengandung sperma yang baik”.

Memang, hampir setengah dari masalah kesuburan terjadi pada wanita, namun 40% ketidaksuburan juga terjadi pada pria. Jadi, berhenti menyalahkan ya. Bagi Anda para pria juga harus mau menerima resiko ketidaksuburan, jadi harus mau mengobati ketidaksuburan Anda.

4. Salah memperkirakan masa subur

Nah, kembali lagi menurut Dr. Siebel, wanita seringkali salah menghitung masa subur mereka. Banyak wanita yang menganggap masa subur adalah 14 hari setelah hari menstruasi pertama.

Padahal siklus menstruasi sebenarnya bervariasi sehingga masa subur tidak selalu terjadi di tanggal yang sama setiap bulannya. Umumnya masa subur wanita adalah 12 – 16 hari sebelum masa haid berikutnya. Dan dalam hal ini terkadang wanita juga seringkali salah hitung.

5. Bercinta hanya pada masa subur

Sama halnya bagi wanita, bagi pria juga jangan hanya berpatokan pada masa subur. Para ahli mengatakan bahwa sperma aktif  selama 3 – 5 hari. Jadi, Anda seharusnya tidak hanya bercinta dengan pasangan di masa subur saja.

Jika Anda berhubungan seksual beberapa hari sebelum masa subur, hal tersebut meningkatkan kesempatan untuk hamil karena sperma telah aktif.

6. Menggunakan pelumas

Pelumas atau lubricant sangat menyenangkan untuk digunakan bila Anda dan pasangan ingin menambah gairah di ranjang. Tapi jika ingin sukses promil, jangan sekali-sekali menggunakan pelumas saat bercinta.

Pelumas bisa mengurangi kemungkinan sperma untuk bertemu sel telur. Jika masih ingin menggunakan pelumas, Parents bisa mencoba baby oil.

7. Cek Kesehatan

Bagi pasangan yang tidak segera hamil setelah promil 6 bulan harus dan wajib hukumnya untuk periksa kesehatan. Hal ini berkaitan untuk memeriksa adanya penyakit bawaan yang menghambat kesuburan atau karena faktor ketidaksuburan itu sendiri. Jadi baik pria maupun wanita jangan malu untuk berkonsultasi dengan dokter ahli tentang hal ini.

Nah, setelah mengetahui faktor penghambat promil diatas apakah Ada salah satu atau beberapa faktor diatas yang kerap Anda lakukan? Jika iya, segera tinggalkan ya… Semoga cepat diberikan momongan..

Salam sehat, semoga artikel ini bermanfaat.

Post Your Comment Here

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X